
Allah sebagai maha penguasa telah melakukan manajemen yang dahsyat pada bulan ramadhan, semua hamba-Nya disatukan oleh kebijakan Allah yang menetapkan moment bulan Ramadhan sebagai bulan mulia, bulan penuh berkah dan bulan penuh amanah dari Allah. Bulan ramadhan telah mengelola keadaan menjadi lebih baik, misal saja seorang pecandu rokok yang harus menghabiskan rokoknya dalam satu hari mencapai 1 bungkus/pack maka dalam bulan ramadhan maksimal dia menghabiskan separonya, berarti berkurang 50% candu rokoknya. Bagi yang gemuk pun tidak harus beli obat diet, karena kalau benar-benar menjalankan ibadah kepada Allah pada bulan ramadhan yang wajib maupun yang sunnah, maka tidak menutup kemungkinan akan mengurangi bobotnya, karena setiap harinya tidak makan dalam waktu kurang lebih 14 jam dan melakukan olahraga Ibadah wajib minimal 17 kali dengan satu fokus gerakan yaitu sholat lima waktu, dan apabila menjalankan sunnah muakkad yang hanya ada pada bulan ramadhan yaitu sholat tarawih maka yang dilakukan melebihi anjuran ahli diet yang menganjurkan kepada kliennya untuk makan 2x sehari dan olahraga sehari 3 jam.
Bulan ramadhan tidak hanya menguntungkan bagi pecandu rokok dan orang kelebihan bobot saja, warga non muslim yang berdagang pun diuntungkan yang pada hakikatnya tidak ada perintah agama mereka untuk menghormati bulan ramadhan, betapa tidak diuntungkan dengan bulan ramadhan, umat muslim seakan-akan telah diorganisir oleh bulan ramadhan untuk berbelanja sandang, pangan, dan papan dalam memperingati hari raya ‘idul fitri yang dilaksanakan setelah memenuhi amanah berpuasa pada bulan ramadhan. Dahsyat sekali kemuliaan bulan ramadhan, segala sesuatu menjadi bermanfaat secara lahir maupun bathin, inilah bulan yang selalu Berbagi Mencapai Manfaat kepada semua makhluk.
Bulan ramadhan membuat umat Nabi Muhammad malas bermaksiat dan bulan ramadhan membuat umat Nabi Muhammad menjadi boros ibadah. Dalam hati kecil penulis berkata, betapa sejahtera dunia ini apabila seluruh manusia berpuasa setiap harinya dalam setahun, tindakan kejahatan akan diminimalisir oleh kondisi demikian bahkan tidak ada sama sekali. Karena sangat jelas sekali bahwa bulan ramadhan adalah bulan Berbagi Mencapai Manfaat, berbagi waktu ibadah, tidak melakukan kemaksiatan untuk mencapai hal yang manfaat untuk diri sendiri bahkan orang lain dan mendidik manusia sebagai manusia yang selalu Berbagi Mencapai Manfaat kepada diri sendiri serta oeang disekitarnya. Subhanallah yang telah memberi bulan mulia ini dalam kehidupan hamba yang fakir ………
Tiada hari tanpa pendidikan dan ibadah, itulah yang pantas menjadi icon bulan ramadhan yang faktanya hanya dianjurkan kepada umat Nabi Muhammad untuk menjalankan beberapa ibadah spesial didalamnya. Mulai sahurpun kita dijanjikan pahala untuk mengakhiri saur pada akhir waktu imsak yang mana Allah dalam hal itu mendidik kita untuk memanfaatkan waktu walaupun sedikit karena hal yang sedikit dapat melahirkan hal yang banyak positif maupun negatif, dalam keseharian hal yang dianggap negatifpun seperti tidur dijanjikan pahala oleh Allah dalam bulan ramadhan maksud dan tujuan dari tidur adalah ibadah tersebut memberikan makna pendidikan bahwa lebih baik tidur daripada melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, dan saat berbuka pun kita dijanjikan pahala oleh Allah untuk mensegerakan buka pada waktunya disini Allah mendidik kita untuk disiplin waktu. Subhanallah………….
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah
mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga
dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat
dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang
tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa." HR.
Ahmad dan an-Nasa`i.
BLOGGER FAKIR DALAM PERANTAUAN UNTUK MENUNTUT ILMU
MENGUCAPKAN
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
